ingat umur yo :D

Bukti Ilmiah The End Day

Kiamat versi NASA

Dibalik layar sentuh

Touchscreen atau touch panels, atau touch monitor merupakan sebuah perangkat komputer yang biasanya digunakan untuk...

solar energy

Sebelum membahas sistim pembangkit listrik tenaga surya Pertama-tama akan dijelaskan secara singkat komponen penting dalam sistim ini yang ...

magnet dan kesehatan

Magnet sudah ditemukan sejak 2500 tahun Sebelum Masehi. Ratu Cleopatra pun dari Mesir sudah tidur di batu yang mengandung...

Aku untuk Indonesiaku, kau?

Indonesia? Apa yang ada dibenak teman-teman tentang Indonesia selaku negara yang teman-teman diami. Apakah teman-teman memilih ...

Tuesday, 31 July 2012

mind

Artikel ini saya copast dari artikel kompasania...selamat membaca^^

Mengapa buku “The Secret” dari Rhonda Byrne sedemikian tersohornya sehingga menjadi best-seller sepanjang masa? Ya, karena Byrne menulis tentang kekuatan pikiran – berdasar hukum tarik menarik – untuk mewujudkan suatu keinginan atau cita-cita.

Rahasia kehidupan, tulis Byrne, adalah hukum tarik menarik, hukum alam. Hukum ini sama pentingnya dengan hukum gravitasi. Konon rahasia yang telah berabad-abad ini telah dipahami oleh orang-orang ternama dalam sejarah seperti Plato, Galileo, Beethoven, Edison, dan Einstein. Dengan menguasai Secret, kekuatan untuk menggerakkan dunia ada ditangan anda. Pikiran bersifat magnetis dan memiliki frekuensi. Selama kita berpikir, pikiran-pikiran dikirim ke semesta dan pikiran-pikiran itu akan menarik semua hal serupa yang berada di frekuensi yang sama. Penciptaan selalu terjadi.

Setiap kali seseorang mempunyai pikiran atau atau cara berpikir kronis yang panjang, ia sedang berada di dalam proses penciptaan. Sesuatu akan terwujud dari pikiran-pikirannya. Pikiran – yang secara universal disebut Mind – telah diketemukan Freud seabad yang lalu terdiri atas dua bagian, sadar dan taksadar atau bawah sadar atau nirsadar. Nah, sebuah “rahasia” lain diketemukan oleh para ahli peneliti, psikolog dan psikiater penyelidik hubungan pikiran sadar dan nirsadar ini dalam terwujudnya suatu keinginan, kehendak atau suatu cita-cita. Joseph Murphy, dalam The Power of Subconscious Mind, adalah salah satu dari para ahli peneliti yang sedikit mengungkapkan hal itu. 

Kita mempunyai pikiran, yang sering disamakan dengan “jiwa”, “psyche”, atau “batin”. Ada dua bagian dalam pikiran atau Mind ini, yaitu bagian sadar atau rasional, dan bagian nirsadar atau bawah sadar yang irasional. Kita berpikir dengan pikiran sadar, sedang yang kita pikirkan secara kebiasaan akan mengendap dalam pikiran nirsdar yang membentuknya sesuai dengan sifat pikiran kita. Pikiran bawah sadar adalah tempat kedudukan emosi dan merupakan pikiran yang kreatif. Bila kita berpikir baik (positive thingking) maka kebaikanlah yang akan terjadi. Sebaliknya bila kita berpikir jelek atau jahat, kejelekanlah yang akan terwujud.

Hal penting yang perlu diingat ialah bahwa sekali bawah sadar menerima suatu gagasan atau ide, ia mulai mengerjakannya. Adalah suatu kenyataan menarik dan halus bahwa batin nirsadar bekerja bagi gagasan baik maupun gagasan jelek/jahat. Hukum ini, bila diterapkan secara negatif, merupakan sebab dari segala kegagalan, kekecewaan dan ketidakbahagiaan. Seperti hampir semua pasien-pasien saya yang selalu mengatakan; “Wah aku tak bisa”, “Nanti malam aku pasti tak bisa tidur”. Maka hukum alam akan mewujudkan hal itu seketika. Berapapun banyak obat tidur yang saya berikan dia telan, ia tak akan bisa tidur karena pikiran dn perkataannya itu sudah masuk bawah sadarnya. Seperti juga pasien-pasien saya gangguan cemas yang setiap bangun pagi sudah berpikir “Ah, aku pasti cemas lagi hari ini”, atau “Wah, nanti jangan-jangan………” nah cemasnya akan langsung timbul dengan hebat meki obat anti cemas dosis tinggi sudah ditelannya dobel.
Batin bawah sadar kita menerima apa yang dikesankan padanya atau apa yang kita percayai secara sadar. Tidak mempertimbangkan seperti batin sadar kita. Itu diandaikan tanah, yang menerima segala jenis benih, yang baik maupun yang buruk. Pikiran-pikiran yang aktif bisa diandaikan seperti benih. Pikiran yang negatif dan merusak terus bekerja secara negatif dalam batin bawah sadar kita.

Batin bawah sadar tidak mempedulikan apakah pikiran kita itu baik atau jelek, benar atau salah. Batin bawah sadar akan menerima hal itu sebagai benar dan langsung menimbulkan hasil dalam kenyataan, karena pikiran sadarkita telah menganggapnya sebagai kebenaran. Karena itulah selalu saya anjurkan pada pasien-pasien saya janganlah mengatakan saya sakit ini, sakit itu, kapan saya bisa sembuh dok, saya tak bisa kerja karena saya sakit. Itu berarti pikiran sadar anda telah “memvonis” diri anda sendiri, dan batin bawah sadar anda akan seketika mewujudkannya.

Padahal anda tidak sakit apapun, karena banyak dokter sudah memeriksa anda dan pemeriksaan laboratorium menunjukkan tak ada kelainan apapun. Jadi selalu katakanlah tiap pagi bangun tidur : saya sehat, saya santai dan bahagia, tak ada suatu apapun yang mengkhawatirkan, saya sehat sejahtera dan bahagia, saya akan selamat menyetir mobil sampai tujuan, saya kerja penuh gairah dan kegembiraan hari ini dengan teman-teman saya.

Maka ucapan verbal atau hanya dibatin ini, sebagai pikiran sadar dan aktif, akan menelusup ke pikiran nirsadar dan memprosesnya otomatis, mempengaruhi seluruh sel-sel otak dan jaringan tubuh kita untuk secara pasti mewujudkan hal itu.

astronomi Qur'an

Cahaya adalah bagian dari gelombang elektromagnetik sekaligus sebagai materi tercepat di jagat raya ini, dengan kecepatan gerak sebesar 299279.5 km/det yang dalam perhitungan dibulatkan menjadi 300000 km/det. Nilai kecepatan yang diberi simbol c ini telah diukur-dihitung dan ditentukan serta menjadi konsensus Internasional, oleh berbagai institusi berikut:
    - US National Bureau of Standards, c = 299792.4574 + 0.0011 km/det.
    - The British National Physical Laboratory, c = 299792.4590 + 0.0008 km/det.
    - Konferensi ke-17 tentang Penetapan Ukuran dan Berat Standar, dimana “Satu meter adalah jarak        tempuh cahaya dalam ruang vacum selama jangka waktu 1/299792458 detik”.
         Selain beberapa institusi di atas, seorang Fisikawan Muslim dari Mesir yang bernama DR. Mansour Hassab El-Naby menemukan sebuah cara istimewa untuk mengukur kecepatan cahaya ini. Menurut Dr. El-Naby, nilai c tersebut bisa ditentukan/dihitung dengan tepat berdasar informasi dari dokumen yang sangat tua.
        Perhitungan ini adalah menggunakan informasi dari kitab suci yang diturunkan 14 abad silam, Al-Quran, kitab suci umat Islam. Dalam Al-Quran dinyatakan:
”Dialah (Allah) yang menciptakan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkanya tempat-tempat bagi perjalanan bulan itu agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu)” (Qs. Yunus:5)
”Dialah (Allah) yang menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing beredar dalam garis edarnya “ (Qs.Al Anbiya’:33).
”Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya seribu tahun menurut perhitunganmu.” (Qs. As Sajadah : 5)
          Berdasar ayat-ayat tersebut diatas, terutama ayat yang terakhir (Qs. As Sajadah :5) dapat disimpulkan bahwa jarak yang dicapai Sang Urusan selama satu hari sama dengan jarak yang ditempuh bulan selama 1000 tahun, dan karena satu tahun adalah 12 bulan, maka waktu tersebut menjadi 12000 bulan. Secara matematis dapat dituliskan sebagai:
c . t = 12000 . L
dimana :
c = kecepatan Sang Urusan
t = waktu selama satu hari
L = panjang rute edar bulan selama satu bulan
           Panjang rute edar bulan selama satu bulan adalah panjang kurva yang dibentuk oleh bulan selama melakukan revolusi pada sistem periode bulan sideris. Periode bulan sebenarnya ada dua jenis, sideris dan sinodis. Berbagai sistem kalender telah diuji, namun sistem kalender bulan sideris menghasilkan nilai c yang persis sama dengan nilai c yang sudah diketahui melalui pengukuran Dua macam sistem kalender bulan tersebut adalah sebagai berikut:
          1. Sistem sinodis, yang didasarkan atas penampakan semu gerak bulan dan matahari dari bumi, dimana:
1 hari = 24 jam
1 bulan = 29.53059 hari
            

           2. Sistem sideris, yang didasarkan atas pergerakan relatif bulan dan matahari terhadap bintang dan alam semesta, dimana:
1 hari = 23 jam 56 menit 4.0906 detik = 86164.0906 detik
1 bulan = 27.321661 hari
                Ada perbedaan antara periode bulan sideris dan sinodis. Pada periode sinodis, satu bulan penuh adalah 29.5 hari dimana posisi bulan kembali ke posisi semula tepat pada garis lurus antara matahari dan bumi, dan rutenya berupa lingkaran. Sementara pada periode bulan sideris satu bulan penuh ditempuh selama 27.3 hari dan rutenya bukan berupa lingkaran, melainkan berbentuk kurva yang panjangnya L. Nilai L ini secara matematis dapat dituliskan sebagai:
L = v . T
Dimana:
v = kecepatan gerak bulan
T = periode revolusi bulan
= 27.321661 hari
           Sudut yang dibentuk oleh revolusi bulan selama satu bulan sideris, adalah:
a = 27.321661 hari / 365.25636 hari x 360º
a = 26.92848º

Sebuah catatan yang perlu diketahui adalah tentang kecepatan bulan (v). Ada dua tipe kecepatan bulan, yaitu:
            1. Kecepatan relatif terhadap bumi yang bisa dihitung dengan rumus berikut:
                                                         ve = 2 . p . R / T
        dimana
R = jari-jari revolusi bulan = 384264 km
T = periode revolusi bulan = 655.71986 jam
         Jadi
ve = 2 x 3.14162 x 384264 km / 655.71986 jam
= 3682.07 km/jam
  

                2. Kecepatan relatif terhadap bintang atau alam semesta. Kecepatan ini yang akan diperlukan untuk menentukan perhitungan kecepatan cahaya (sang urusan). Menurut Albert Einstein, kecepatan jenis kedua ini dapat dihitung dengan mengalikan kecepatan jenis pertama dengan Cos a, sehingga secara matematis:
                                                              v = ve x Cos a
Dimana:
a = sudut yang dibentuk oleh revolusi bumi selama satu bulan sideris,
= 26.92848º
Selanjutnya dengan mengingat beberapa parameter yang sudah diketahui berikut ini:
L = v . T,
v = ve . Cos a,
ve = 3682.07 km/jam,
a = 26.92848º,
T = 655.71986 jam, dan
t = 86164.0906 det,
maka nilai kecepatan sang urusan akan menjadi:
c.t = 12000 . L
c.t = 12000 . v.T
c.t = 12000 .(ve.Cos a).T
c = 12000.ve.Cos a.T/t
c = 12000 x 3682.07 km/jam x 0.89157 x 655.71986 jam/86164.0906 det
c = 299792.5 km/det
Jadi:
c = 299792.5 km/det
                       Kita bandingkan c (kecepatan sang urusan) hasil perhitungan ini dengan nilai c (kecepatan cahaya) sebagaimana yang sudah diketahui!
                      Nilai c hasil perhitungan => c = 299792.5 km/det
                       Nilai c hasil pengukuran:
US National Bureau of Standards, c = 299792.4574 + 0.0011 km/det
The British National Physical Laboratory, c = 299792.4590+0.0008 km/det
Konferensi ke 17 tentang Ukuran dan Berat Standar “Satu meter adalah jarak tempuh cahaya dalam ruang hampa selama 1/299792458 detik”
                        Allah SWT berfirman di dalam Al-Quran surat ke 32 (As Sajdah) ayat : 1-5:
” Alif Lam Mim. Turunnya kitab ini tanpa keraguan padanya, dari Rabb semesta. Tetapi mengapa mereka mengatakan:”Ia (Muhammad saw) mengada-adakannya”. Sebenarnya ini adalah kebenaran dari Rabbmu, agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang belum datang kepada mereka orang yang memberi peringatan sebelummu; agar mereka mendapat petunjuk Allah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam periode,kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Tidak ada bagi kamu selain daripada -Nya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa’at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan? Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya seribu tahun menurut perhitunganmu”
Kesimpulan:
             “Perhitungan ini membuktikan keakuratan dan konsistensi nilai konstanta c hasil pengukuran selama ini dan juga menunjukkan kebenaran Al-Qur’anul karim sebagai wahyu yang patut dipelajari dengan analisis yang tajam karena penulisnya adalah Sang Pencipta Alam Semesta. Wallahu‘alam bish-showwab”
Referensi:
El-Naby, M.H., 1990, A New Astronomical Quranic Method for The Determination of
The Greatest Speed c [ http://www.islamicity.org/Science/960703A.HTM ]
Fix, John D. 1995, Astronomy, Journey of the Cosmic Frontier, 1st edition, Mosby-
Year Book, Inc., St Louis, Missouri
The Holy Quran online, [ http://islam.org/mosque/quran.htm ]

Sunday, 22 July 2012

buat aulll

posting khusus buat dek aulia :D semangaaadd ^^/









Galaksi Bentuk Tablet *copast juga

MELBOURNE, KOMPAS.com — Astronom menemukan galaksi unik bernama LEDA 074886. Galaksi itu berbentuk tablet, memiliki sudut bak obat tablet ataupun iPad. LEDA 074886 terletak pada jarak 70 tahun cahaya dari Bumi, tepatnya di konstelasi Eridanus. Galaksi ini ditemukan lewat pengamatan dengan teleksop Subaru di Hawaii. Alister Graham dari Swinburne University of Technology di Australia, astronom penemu galaksi ini, mengatakan, "Awalnya saya kira ini kesalahan. Tapi akhirnya saya tak bisa berhenti tersenyum." Kebanyakan galaksi berbentuk piringan dengan spiral, ellips ataupun ireguler. Dengan bentuk tablet, galaksi ini adalah sebuah anomali. Graham mengatakan bahwa galaksi ini terletak di tepian galaksi lain yang lebih masif, bernama NGC 1407. Galaksi tablet ini 50 kali lebih redup dari Bimasakti. Wajar jika eksistensinya lama tak terdeteksi. Menurut Graham, galaksi tablet ini adalah gabungan dari dua galaksi spiral. Saat bergabung, poros dua galaksi membentuk sudut galaksi tablet. LEDA 074886 adalah sebuah galaksi hibrida karena memiliki ciri dua galaksi yang bergabung. Berdasarkan teori, galaksi elips cenderung miskin material pembentuk bintang. Simulasi komputer akan menunjukkan bahwa saat dua galaksi elips bergabung, galaksi balok terbentuk dengan aktivitas bintang minim. Kontras dengan galaksi elips, model menunjukkan bahwa galaksi dengan gas pembentuk bintang yang banyak tak akan menjadi galaksi tablet jika merger dan memiliki aktivitas bintang tinggi. LEDA 074886 unik karena selain memiliki bentuk tablet, aktivitas bintang juga terdeteksi di piringannya. Keunikan ini akan membantu astronom mengembangkan model merger galaksi yang lebih kompleks. Ben More, pakar fisika teoretis dari University of Zurich yang juga terlibat penelitian, akan mengembangkan model pembentukan LEDA 074886 dengan superkomputer tahun ini. Graham, seperti dikutip National Geographic, Selasa (20/3/2012), menuturkan bahwa model itu akan memprediksi umur bentuk tablet. Menurut Graham, kecuali LEDA 074886 bisa merger dengan galaksi yang pas, bentuk tablet yang dimilikinya akan hilang dalam beberapa miliar tahun. Hasil studi Graham dan rekannya akan segera dipublikasikan di Astrophysical Journal. Sumber : National Geographic News

asteroid 2002 AM31, juli 2012

MASSACHUSETS, KOMPAS.com - Asteroid 2001 AM31 akan melintasi Bumi akhir pekan ini. Warga Bumi berkesempatan untuk melihat benda langit ini.

Asteroid 2002 AM31 akan mencapai jarak terdekat pada Minggu (22/7/2012), melintasi Bumi pada jarak 5,2 juta kilometer.

Berdasarkan informasi Earth Sky, asteroid ini akan melintas tepatnya pada pukul 23.30 UTC atau Senin (23/7/2012) sekitar pukul 06.30 WIB. Pada saat asteroid ini melintas, Matahari di Indonesia jelas sudah terbit dan mungkin Anda pun sudah dalam perjalanan ke kantor.

Meski demikian, kesempatan untuk melihat asteroid ini tak pupus. Warga Bumi bisa melihatnya dengan mengakses Slooh.com. Slooh.com akan menayangkan livestreaming asteroid yang melintas berdasarkan observasi di Prescott Observatory di Arizona dan Kepulauan Canary.

Perlu diingat bahwa asteroid 2002 AM31 tak berpotensi menumbuk Bumi. Jadi, peristiwa melintasnya asteroid ini tak perlu dikhawatirkan.

Asteroid 2002 AM31 ditemukan tahun 2002. Asteroid ini merupakan salah satu asteroid yang terus diawasi untuk mengetahui kemungkinan membahayakan Bumi di masa depan.

Observasi dengan radar antena di California mengungkap bahwa asteroid ini berdiameter 340 meter. Sementara, observasi di Jet Propulsion Laboratory Pasadena mengungkap bahwa lebar asteroid ini dua kali lipatnya, sekitar 792 meter.
Sumber :

Dua planet malam hiasi langit awal Ramadhan

JAKARTA, KOMPAS.com - Jumat (20/7/2012) malam setelah Matahari tenggelam menjadi awal waktu memasuki bulan Ramadhan atau puasa. Selain hilal, malam pertama di bulan suci bagi umat Islam ini juga dihiasi oleh dua planet yang sudah sangat dikenal. Planet pertama yang bisa dilihat dengan mata telanjang malam ini adalah Mars. Planet yang diduga menyimpan air dan kehidupan ini akan tampak kemerahan. Mars bisa dilihat dengan mengarahkan pandangan ke atas dan sedikit ke barat. Siapa pun bisa melihat planet ini sesaat setelah Adzan Maghrib berkumandang. Mars akan tampak dengan magnitud 1,01. Magnitud menyatakan kecemerlangan benda langit. Semakin kecil hingga negatif, maka benda langit yang dimaksud akan semakin terang. Planet lain yang akan terlihat adalah Saturnus. Planet yang memiliki struktur cincin yang khas ini bisa dilihat tak jauh dari Mars, hanya selisih beberapa derajat. Magnitud Saturnus adalah 1,28, cukup terang untuk bisa dilihat dengan mata telanjang. Saturnus bisa disaksikan pada waktu yang bersamaan dengan Mars.
Kedua planet tersebut bisa dilihat hingga sekitar pukul 23.00 WIB. Jadi, waktu menyaksikannya cukup panjang, masih bisa teramati setelah shalat tarawih pertama. Syarat tampaknya dua planet itu malam ini adalah malam yang cerah tanpa awan yang menghalangi. pengamatan di tempat yang gelap dan lapang akan lebih memuaskan.
Mengamati Mars dan Saturnus, satu hal yang bisa dipikirkan adalah soal adanya kehidupan di luar Bumi. Apakah memang ada kehidupan tersebut? Ilmuwan menyatakan bahwa Mars dan bulan yang mengelilingi Saturnus punya air atau atmosfer yang bisa mendukung kehidupan.
Selain dua planet tersebut, benda langit yang bisa disaksikan adalah Arcturus dan Vega. Arcturus adalah bintang paling terang di rasi Bootes, akan tampak dengan magnitud 0,15. Sementara Vega adalah bintang paling terang di rasi Lyra, akan tampak dengan magnitud 0.(kompas)

Benda Jatuh Antariksa

Benda jatuh antariksa adalah benda dari luar angkasa yang memasuki atmosfer bumi hingga ketinggian kurang dari 120 km. Ada yang terbakar habis di atmosfer akibat gesekannya dan ada juga yang sampai ke permukaan bumi. Awalnya benda jatuh antariksa hanya benda-benda alami seperti meteorit namun sejak dilakukannya peluncuran roket, benda jatuh antariksa dapat juga berupa benda buatan. Benda buatan yang jatuh ke bumi adalah bagian dari sampah antariksa karena tidak memiliki fungsi lagi.
Sampah antariksa semakin banyak Meteorit berasal dari batuan di tata surya terdiri dari pecahan asteorid, komet, atau batuan tata surya lainnya. Secara umum batuan tata surya dinamakan meteoroid. Ketika memasuki atmosfer bumi dan membara, fenomena tersebut dinamakan meteor. Ketika bersisa mencapai permukaan bumi disebut meteorit. Waktu dan lokasi jatuh meteorit tidak bisa diperkirakan. Meteorit terkait dengan meteor sporadis (tak tentu waktunya). Selain meteor sporadis, kita juga mengenal hujan meteor yang waktu dan arah munculnya tertentu. Hujan meteor disebabkan oleh masukknya debu-debu sisa komet yang ukurannya kecil sehingga habis terbakar hanya dalam waktu beberapa detik saja.

Batuan dan debu antariksa (meteoroid) memasuki bumi lebih dari 25.000 ton per tahun dalam berbagai ukuran. Debu beru mikrometeoroid memasuki bumi tanpa proses terbakar, turun secara perlahan. Untuk batuan (termasuk yang kompisisi utamanya logam), semakin besar ukurannya semakin jarang masuk ke bumi. Untuk ukuran kecil, sekitar ukuran bola, rata-rata ada sekitar 500 meteorit yang jatuh per tahun. Luasnya bumi yang tidak berpenghuni (berupa lautan, hutan, atau gurun) menyebabkan sebagian besar meteorit jatuh tidak diketahui manusia.
Untuk lebih lengkapnya pengetahuan teman-teman, bisa dikunjungi http://orbit.dirgantara-lapan.or.id

Popular Posts

Followers