ingat umur yo :D

Bukti Ilmiah The End Day

Kiamat versi NASA

Dibalik layar sentuh

Touchscreen atau touch panels, atau touch monitor merupakan sebuah perangkat komputer yang biasanya digunakan untuk...

solar energy

Sebelum membahas sistim pembangkit listrik tenaga surya Pertama-tama akan dijelaskan secara singkat komponen penting dalam sistim ini yang ...

magnet dan kesehatan

Magnet sudah ditemukan sejak 2500 tahun Sebelum Masehi. Ratu Cleopatra pun dari Mesir sudah tidur di batu yang mengandung...

Aku untuk Indonesiaku, kau?

Indonesia? Apa yang ada dibenak teman-teman tentang Indonesia selaku negara yang teman-teman diami. Apakah teman-teman memilih ...

Tuesday, 11 June 2013

Hukum biot savart


v Medan madnet disekitar kawat berarus
Sebuah kawat apabila dialiri oleh arus listrik akan menghasilkan medan magnet yang garis-garis gayanya berupa lingkaran-lingkaran yang berada di sekitar kawat tersebut. Arah dari garis-garis gaya magnet ditentukan dengan kaidah tangan kanan (apabila kita menggenggam tangan kanan ibu jari sebagai arah arus listrik sedang keempat jari yang lain merupakan arah medan magnet)
(Hk. Oersteid)
Keterangan :

Kuat medan magnet di suatu titik di sekitar kawat berarus listrik disebut induksi magnet (B).
Besar Induksi maget (B)  oleh Biot dan Savart dinyatakan  :

Berbanding lurus dengan arus listrik (I)
Berbanding  lurus dengan panjang elemen kawat penghantar (â„“)
Berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara titik itu ke elemen kawat penghantar
Berbanding lurus dengan sinus sudut antara arah arus dan garis penghubung titik itu ke elemen kawat penghantar


Secara matematis untuk menentukan besarnya medan magnet disekitar kawat berarus listrik digunakan metode kalkulus. Hukum Biot Savart tentang medan magnet disekitar kawat berarus listrik adalah:
Keterangan:
  • dB = perubahan medan magnet dalam tesla ( T )
  •    =
  • μo  = permeabilitas ruang hampa  = 
  • i     = Kuat arus listrik dalam ampere ( A )
  • dl   = perubahan elemen panjang dalam meter (m)
  • θ    = Sudut antara elemen berarus dengan jarak ke titik  yang ditentukan besar medan
             magnetiknya
  • r    = Jarak titik P ke elemen panjang dalam meter (m)
v Medan Magnet di Sekitar Kawat Lurus
Besarnya medan Magnet disekitar kawat lurus panjang berarus listrik. Dipengaruhi oleh besarnya kuat arus listrik dan jarak titik tinjauan terhadap kawat. Semakin besar kuat arus semakin besar kuat medan magnetnya, semakin jauh jaraknya terhadap kawat semakin kecil kuat medan magnetnya.
       
Berdasarkan perumusan matematik oleh Biot-Savart maka besarnya kuat medan magnet disekitar kawat berarus listrik dirumuskan dengan :
  • B = Medan magnet dalam tesla ( T )
  • μo = permeabilitas ruang hampa = 
  • I = Kuat arus listrik dalam ampere ( A )
  • a = jarak titik P dari kawat dalam meter (m)
Arah medan magnet menggunakan aturan tangan kanan.
Medan magnet adalah besaran vector, sehingga apabila suatu titik dipengaruhi oleh beberapa medan magnet maka di dalam perhitungannya menggunakan operasi vektor. 
Berikut ditampilkan beberapa gambar yang menunnjukkan arah arus dan arah medan magnet. 
Arah medan magnet didaerah titik P ( diatas kawat berarus listrik ) menembus bidang menjauhi pengamat sedang didaerah titik Q dibawah kawat berarus listrik menembus bidang mendekati pengamat.

v Medan Magnet di Sekitar Kawat Melingkar  
Besar dan arah medan magnet disumbu kawat melingkar berarus listrik dapat ditentukan dengan rumus :
        
Keterangan:
  • BP = Induksi magnet di P pada sumbu kawat melingkar dalam tesla  ( T)
  • I   = kuat arus pada kawat dalam ampere ( A )
  • a  =  jari-jari kawat melingkar dalam meter ( m )
  • r   = jarak P ke lingkaran kawat dalam meter ( m )
  • θ   = sudut antara sumbu kawat dan garis hubung P ke titik pada lingkaran kawat dalam         derajad (°)
  • x = jarak titik P ke pusat lingkaran dalam mater ( m )
                 dimana              Besarnya medan magnet di pusat kawat melingkar dapat dihitung
  • B  =  Medan magnet dalam tesla ( T )
  • μo =  permeabilitas ruang hampa  = 4п . 10 -7 Wb/amp. m
  • I     =  Kuat arus listrik dalam  ampere ( A )
  • a     =   jarak titik P dari kawat dalam meter (m)
           =   jari-jari lingkaran yang dibuat
     Arah ditentukan dengan kaidah tangan kanan


Sebuah kawat melingkar berada pada sebuah bidang mendatar dengan dialiri arus listrik
Apabila kawat melingkar tersebut dialiri arus listrik dengan arah tertentu maka disumbu pusat lingkaran akan muncul medan magnet dengan arah tertentu. Arah medan magnet ini ditentukan dengan kaidah tangan kanan.
Dengan aturan sebagai berikut:
Apabila tangan kanan kita menggenggam maka arah ibu jari menunjukkan arah medan magnet sedangkan keempat jari yang lain menunjukkan arah arus listri
k.
v Medan Magnet pada Solenoida
Sebuah kawat dibentuk seperti spiral yang selanjutnya disebut kumparan , apabila dialiri arus listrik maka akan berfungsi seperti magnet batang.

listrik dinamis


Pernahkah kamu berpikir bahwa kamu telah memanfaatkan listrik dalam kehidupan sehari-hari? Lampu untuk belajar
di malam hari dan setrika listrik untuk melicinkan pakaian merupakan contoh pemanfaatan listrik. Namun, tidakkah
kamu bertanya-tanya apa yang menyebabkan peralatan tersebut berfungsi? Temukan jawabannya dengan mempelajari materi ini
image

Kuat Arus Listrik
Kuat arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir tiap satuan waktu. Secara matematis dituliskan :
image
keterangan :
I = Kuat arus listrik (ampere)
Q = muatan listrik (coulomb)
t = waktu (sekon)

Arus listrik hanya mengalir pada rangkaian tertutup. Sehingga, ketika saklar dimatikan maka arus listrik akan terhenti.

Simulasi mengenai "Kuat Arus Listrik" silahkan [klik di sini]



Beda Potensial Listrik 
Beda Potensial listrik adalah banyaknya energi untuk memindahkan muatan listrik dari satu titik ke titik lain. Secara matematis dituliskan :
image 
V = beda potensial (volt) 
W = energi listrik (joule) 
Q = muatan listrik (coulomb) 

Rangkaian sumber tegangan 
a. Rangkaian tunggal 
clip_image008 
pada rangkaian tunggal sumber tegangan berlaku persamaan : 
image 
atau
image 


b. Rangkaian seri 
image 
pada rangkaian seri sumber tegangan berlaku persamaan : 
image 

c. Rangkaian paralel 
clip_image019 
pada rangkaian paralel sumber tegangan berlaku persamaan : 

image

keterangan : 
E = GGL sumber tegangan (volt) 
I = Kuat arus listrik (ampere) 
R = Hambatan luar (ohm) 
r = hambatan dalam (ohm) 
n = jumlah GGL/baterai 

Hukum Ohm
Hukum Ohm menyatakan bahwa kuat arus listrik yang mengalir dalam suatu penghantar sebanding dengan beda potensial pada ujung-ujung penghantar. 
image 
keterangan : 
V = beda potensial (volt) 
I = kuat arus listrik (ampere) 
R = hambatan listrik (ohm) 

Hukum I Kirchoff
Hukum I Kirchoff menyatakan “Jumlah kuat arus yang masuk pada rangkaian bercabang besarnya sama dengan jumlah kuat arus yang keluar dari titik percabangan” 
image 
secara matematis dituliskan : 
image 
                 I = I1 + I2 + I3 = I’ 

Rangkaian Hambatan  
a. Rangkain Seri 
clip_image037 
pada rangkaian hambatan seri berlaku persamaan : 
image 

b. Rangkaian Paralel 
clip_image042 
pada rangkaian hambatan paralel berlaku persamaan :
image  
keterangan : 

I = kuat arus total (A)
I1 = kuat arus pada R(A)
I2 = kuat arus pada R2 (A)
I3 = kuat arus pada R3 (A)

V = tegangan total (A)
V1 = tegangan pada R(A)
V2 = tegangan pada R2 (A)
V3 = tegangan pada R3 (A)

Rs = Hambatan pengganti seri (ohm)
Rp = Hambatan pengganti parallel (ohm)


Cara CEPAT !!!
Jika 2 buah hambatan dirangkai paralel, maka hambatan penggantinya : 
clip_image048

dikutip dari : http://www.indonesiacerdas.web.id/2012/07/listrik-dinamis.html

Popular Posts

Followers